PULAU JAVARAKA

Setitik Percikan Lautan Pengetahuan

Perempuan Semakin Maju, Namun Belum Setara

Posted by Afief pada 24 April 2010

Perempuan Indonesia sudah maju, memiliki berbagai akses, termasuk pendidikan. Bahkan kompetensi perempuan sudah bisa dibuktikan dengan beragam prestasinya di berbagai bidang. Namun tidak semua perempuan memiliki kesempatan mengembangkan dirinya, bahkan belum menikmati haknya untuk menjadi setara.

Ilmuwan dan pekerja hak asasi manusia, Prof Dr Saparinah Sadli, meluncurkan buku berjudul “Berbeda tetapi Setara“, Rabu (21/4/2010) lalu, untuk memperingati perjuangan kesetaraan oleh Kartini. Peluncuran buku ini sekaligus menjadi bagian rangkaian kegiatan ulangtahun ke-20 Program Pascasarjana Kajian Wanita UI, yang dirintisnya sejak tahun 1989.

Saat ditemui usai peluncuran buku, pendiri Komnas Perempuan ini menyatakan kesetaraan untuk perempuan belum sepenuhnya tercapai. Meski banyak prestasi yang sudah ditunjukkan kaum perempuan, masih banyak perempuan yang terkungkung oleh adat. Bahkan, menurutnya perempuan sebagai ibu justru memperkuat tradisi. 

“Perempuan dan lelaki mempunyai hak untuk setara, sebagai manusia dan pembangunan hak asasi manusia. Falsafah negara menempatkan setiap orang untuk setara. Memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, misalnya. Perspektif kesetaraan merupakan hak asasi manusia yang tertuang dalam UUD’45, hanya saja hal ini tidak dipelajari. Perspektif kesetaraan tidak meniru barat,” tegas perempuan kelahiran Jawa Tengah, 24 Agustus 1927, yang akrab disapa Bu Sap ini.

Perempuan di daerah timur seperti NTT atau Papua, menurut Bu Sap, memiliki akses yang minim untuk pemenuhan haknya, dalam layanan kesehatan misalnya.

Harian Kompas menuliskan, bahwa sampai usia 75-an, Bu Sap masih melakukan perjalanan ke Papua, Timor Timur (dulu), Aceh, dan ke pelosok-pelosok negeri. Ia mendorong para aktivis muda yang bekerja untuk hak-hak perempuan, khususnya di akar rumput, melalui Saparinah Sadli Award sejak tahun 2006.

Melalui bukunya, Bu Sap menegaskan, perjuangan kesetaraan perempuan, perlu dilihat sebagai perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya dalam perspektif hak asasi manusia. Caranya dengan memahami hak atas dirinya, dengan tidak terbatasi stereotip perempuan dan lelaki yang terinternalisasi kuat melalui budaya dan keluarga, serta memiliki perspektif gender. Perempuan harus mampu membangun dirinya, dan mendapat akses lebih untuk mendapatkan haknya sebagai manusia.

Pesan ini terangkum dalam bincang-bincang yang ingin memotivasi perempuan muda menjadi berbeda tetapi setara, terinspirasi dari kumpulan pemikiran Saparinah Sadli tentang kajian perempuan dalam buku “Berbeda tetapi Setara“.

Ditulis dalam Nusantara Raya | Tinggalkan sebuah Komentar »

Teknik Menaikkan PageRank Sekaligus Datangkan Ribuan Backlink Ke Blog Anda

Posted by Afief pada 10 Maret 2010

Melihat judul di atas memang cukup membuat saya bertanya gimana caranya ya?padahal masih baru banget mengenal blog,tapi setelah saya baca dengan cermat, saya rasa patut di coba tidak ada salahnya toh..ya udah berikut ini tehniknya yang saya copy dari bootingskoblog, kemudian saya lihat widget alexa yang terpampang di sidebar blognya.banyak juga. Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menaikkan PR dan backlink. Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang yakin atas backlink yang saya lihat di alexa-nya sayapun kembali agi mengunjungi blog-blog yang telah mengikuti cara ini. Dan ternyata benar, blog-blog yang menerapkan cara ini PR meningkat namun yang paling menonjol adalah backlink yang dimiliki blog-blog tersebut sungguh banyak sekali.

Jika kita memiliki PR yang bagus dan backlink yang banyak, maka sangat cocok jika kita ikut program semacam paid reviews. Saya sungguh menyesal tidak menerapkan cara ini sejak dulu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karna saya ingin memoneytizekan blog ini ke program paid reviews.

Caranya sangatlah gampang, anda hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat anda harus menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link blog anda sendiri pada urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan ajak teman anda untuk mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke banyhak teman-teman anda.

  1. Situs Murah
  2. TopSiteIndo-belajar blog
  3. Sandi Go Blog
  4. ilmu-kompi
  5. alfacroon
  6. Trik-Gue
  7. Pabrik Info
  8. WordPress Paper’s
  9. bootingskoBlog
  10. Pulau Javaraka

Keterangan:

Jika anda mampu mengajak lima orang saja untuk mengcopy artikel ini maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

  • Posisi 10, jumlah backlink = 1
  • Posisi 9, jumlah backlink = 5
  • Posisi 8, jumlah backlink = 25
  • Posisi 7, jumlah backlink = 125
  • Posisi 6, jumlah backlink = 625
  • Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
  • Posisi 4, jumlah backlink =15,625
  • Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
  • Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
  • Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125

Dan nama dari alamat blog dapat dimasukan kata kunci yang anda inginkan yang juga dapat menarik perhatian untuk segera diklik. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline mengklik link anda maka anda juga mendapat traffic tambahan.

Saya sarankan anda mencoba cara ini dan silakan copy sebarkan artikel ini ke teman-teman anda. Hilangkan link nomor 1 dan masukan alamat blog anda pada nomor 10. Buktikan sendiri hasilnya setelah itu baru komentar.

Peringatan:

Artikel ini harus permanen selamanya di blog anda, anda tidak boleh menghapusnya.

Ditulis dalam Gadget, Mayapada, Serba Unik, Techno | Tinggalkan sebuah Komentar »

Lagi, Bentrokan Terjadi di Kompleks Masjid Al-Aqsha

Posted by Afief pada 7 Maret 2010

Masih saja, ummat islam di daerah palestina masih terganggu kegiatan ibadahnya di masjid Al-Aqsha. Entah kapan konflik antar agama ini akan berakhir? Apakah “perang” yang tidak seimbang ini musti harus terus berlanjut tanpa ada yang berani menegakkan kesuatu yang dianggap benar, hanya karena adanya campur tangan sang Adidaya ? Berikut ini saya kutib dari situs tvone tentang bentrokan antara polisi israel dengan rakyat palestina yang terjadi di komples Masjid Al-Aqsha.

Polisi Israel dan warga Palestina kembali bentrok di luar kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur dan sedikitnya 35 orang cedera, kata polisi Israel dan pekerja medis Palestina, Jumat (5/3).

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh pasukan Israel memprovokasi dan melintasi “garis merah” dalam upaya menggelincirkan dilanjutkannya perundingan perdamaian yang direncanakan segera dilancarkan dengan penengahan AS. Dalam satu pernyataan, Abbas menyeru Washington agar membuat Israel mundur guna mencegah perang agama di Timur Tengah.

Menteri keamanan Israel menuduh pesaing Abbas, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), “memicu” kerusuhan tersebut. Bentrokan terjadi setelah Shalat Jumat di tempat suci ketiga umat Muslim, daerah yang juga dirujuk oleh umat Yahudi sebagai “lokasi Kuil Suci” mereka.

Umat Muslim yang melancarkan protes setelah Shalat Jumat guna menentang rencana pemerintah Israel untuk memasukkan tempat suci di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur ke dalam daftar warisan nasional Israel mengibarkan bendera Hamas di satu tempat yang direncanakan sebagai warisan nasional Israel. Mereka juga melemparkan batu ke arah polisi Israel yang telah mengambil posisi di kompleks sekitar Masjid Al-Aqsha.

Beberapa saksi mata, termasuk seorang wartawan Reuters, mengatakan pasukan polisi menembakkan gas air mata guna membubarkan beberapa puluh pemuda Palestina.

Lima orang ditangkap, kata polisi, yang juga menyatakan orang Palestina melemparkan batu ke arah orang Yahudi yang sedang berdoa di “Tembok Barat” –Tembok Ratapan– di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha.

Dikutip Antara, kantor Abbas mengatakan, “Presiden Palestina tersebut mendesak pemerintah AS agar menghentikan petualangan Israel, yang dapat menyulut perang agama di wilayah itu.”

Pekerja medis Palestina mengatakan sedikitnya 17 orang Palestina cedera oleh gas air mata dan peluru logam yang berlapis karet. Jurubicara polisi Israel menyatakan 18 personil polisi menderita luka ringan dalam bentrokan itu, enam memerlukan perawatan di rumah sakit.

Ketegangan telah tinggi di tempat suci ketiga umat Muslim tersebut, yang meliputi Masjid Al-Aqsha dan Masjid Kuba Emas. Orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Knisah dan umat Muslim menyebutnya AL-Haram Asy-Syarif.

Seorang remaja Palestina yang berusia 14 tahun terkena peluru karet di kepalanya selama protes di satu penghalang yang dibuat Israel di dekat Bai Saleh, dekat Ramallah, kata seorang pemimpin protes. Satu sumber medis Palestina mengatakan remaja tersebut berada dalam kondisi serius.

Wanita jurubicara Angkatan Darat Israel mengatakan tiga orang telah cedera dalam bentrokan di Nabi Saleh. Ia menyatakan tentara menggunakan “peluru karet”, dan gas air mata terhadap orang yang melempar batu.

Penduduk Palestina di kota Al-Khalil di bagian selatan Tepi Barat mengatakan tentara menembakkan gas air mata selama bentrokan dengan orang Palestina setelah Shalat Jumat di Masjid Ibrahim, salah satu tempat yang juga disucikan oleh umat Muslim dan Yahudi.

Nah, terlihat disini, serasa semacam perang antara senjata melawan batu. Itulah yang setiap hari harus dialami warga palestina dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Seharusnya saling benci antar ummat beragama harus segera diakhiri.

Ditulis dalam Mayapada | Tinggalkan sebuah Komentar »

Perpecahan Parpol dalam Pusaran Pansus Century

Posted by Afief pada 28 Februari 2010

Antara Koalisi dan Konstituen

Pansus Century bagaikan tsunami. Bukan hanya koalisi pemerintah yang pencah. Internal partai pun retak dalam menyikapi panggung politik yang paling menggegerkan saat ini itu.

Taufik Kiemas, suami Mega yang kini duduk sebagai ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP, sering mengambil jalan lain berbeda dengan rekan-rekan yang duduk di pansus Century. Saat Maruarar Sirait dan Gayus Lumbuun sangat bersemangat menyebut nama langsung Boediono dan Sri Mulyani sebagai penanggung jawab bailout Rp 6,7 triliun, Kiemas justru berusaha menghalangi.

Sehari sebelum pandangan akhir fraksi itu, Kiemas berusaha mengingatkan rekan-rekannya bahwa tida ada urgensi menyebut nama. Tapi, apa lacur, Maruarar Sirait yang membacakan pandangan fraksi tetap menunjuk hidung Boediono dan Sri Mulyani.

Bila dirunut ke belakang, sikap Kiemas itu tak lepas dari upayanya agar PDIP membangun koalisi dengan SBY. Itu dilakukan sejak pilpres lalu, menjelang pembentukan kabinet. Keinginan Kiemas itu tampak hingga kini belum padam.

Saat PDIP aktif mendorong pengajuan hak angket Century, Kiemas ternyata tidak ikut membubuhkan tanda tangan. Padahal, Megawati secara langsung telah menginstruksi FPDIP agar mendukung total. Belakangan Kiemas kembali melontarkan wacana koalisi PDIP-Demokrat. Saat pemeriksaan pansus hampir klimaks, berkembang isu bahwa PDIP kembali ditawari enam kursi menteri.

Anggota pansus dari FPDIP Maruarar Sirait mengatakan, arahan agar kasus Century dibongkar bukan saja keputusan DPP partai, tapi juga salah satu rekomendasi rakernas PDIP. ”Ini bersifat mengikat,” kata Maruarar.

Dengan nada agak jengkel, dia juga menegaskan bahwa kalau ingin membaca arah PDIP, rujukannya harus tetap kepada Megawati. Menurut dia, konsistensi Megawati tak pernah tergadaikan. Dia mencontohkan, menjelang pilpres, ada opsi bagi PDIP untuk berkoalisi dengan SBY. Tapi, itu ditolak. Pascapilpres muncul juga wacana masuk pemerintahan. Kembali Megawati memutuskan tetap di luar.

”Jadi, ke mana busur ditarik dan dilepaskan hanya satu orang yang berhak, yakni Megawati. Kalau mau membaca PDIP, harus ke situ,” tegasnya.

Benturan sikap elite juga muncul di PAN. Contoh kasus yang paling ketara lagi-lagi soal sebut nama atau tidak dalam pandangan akhir fraksi. Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN Amien Rais meminta FPAN menyebut nama pejabat yang dianggap paling bertanggung jawab.

”Namanya hidup dalam alam konkret, bukan alam siluman atau misteri, harus ada nama, ada jabatan, dan tanggung jawab,” kata Amien.

Taushiyah dari Amien itu ternyata tidak berpengaruh. Sikap FPAN yang dikendalikan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa memilih tidak menyebut nama.

Amien sendiri ternyata ”terperangkap” di antara perasaan kecewa dan bisa memahami. Menurut Amien, Hatta memang sangat dekat dengan SBY. Bahkan, Hatta mempunyai tugas berat untuk menempatkan koalisi dalam satu barisan.

”Pak Hatta kan mantan ketua tim sukses SBY. Jadi, saya tidak bisa intervensi lebih jauh. Saya hanya ketua MPP (majelis pertimbangan partai, Red),” tutur Amien tentang kondisi partainya itu.

Sewaktu dikonfirmasi tadi malam, Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, tidak ada perbedaan antara sikap ketua DPP dan ketua MPP. ”Prinsipnya sama kok,” katanya.

Menurut dia, dalam pandangan akhir, FPAN menyatakan bahwa dalam proses akuisisi dan merger Bank Century memang terjadi tindak pidana perbankan. Dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal semntara (PMS), ada kelalaian BI sehingga terjadi penyimpangan. FPAN juga meminta semua temuan itu diusut secara hukum.

”Bagi PAN, biarlah lembaga peradilan yang menyelesaikan secara hukum. Makanya, kami tidak sebut nama. Meskipun, tidak ada larangan untuk sebut nama,” katanya.

Viva menegaskan, tidak ada perpecahan antara Amien dengan Hatta. ”Keduanya rukun, sinergis, dan solid. Tidak akan gampang dipecah hanya gara-gara Century,” tandas sekretaris FPAN di DPR itu.

Di Partai Kebangkitan Bangsa, perbedaaan pandangan juga secara terbuka muncul ke publik. Secara umum, sikap partai pemilik 28 kursi itu cenderung selaras dengan Partai Demokrat. Mulai kebijakan bailout hingga keputusan penyebutan nama pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas skandal yang melibatkan uang negara Rp 6,7 triliun itu.

Namun, berbeda dengan sikap partai, anggota Tim 9 (insiator) Hak Angket Century Lily Chadijah Wahid memilih jalur berbeda. Bahkan, anggota Komisi I itu juga tak ragu mengkritik keras kebijakan partai yang dianggap tak berani kritis terkait kasus Bank Century selama ini.

Sikap Lily yang berbeda dengan sikap partai itu sulit dilepaskan dari ketegangan di internal partai itu selama ini. ”Kalau dibilang kecewa, ya tentu kecewa. Tapi, bagaimana lagi, ketua umumnya tidak berani kritis,” ujar Lily, yang sudah diberhentikan dari jabatan wakil ketua Dewan Syura DPP PKB itu.

Di PPP demikian juga. Beberapa tokohnya kerap berbeda dalam memberikan pandangan. Misalnya, saat memberikan penilaian bahwa kebijakan bailout bermasalah atau tidak. Ketua Fraksi Asman Hasrul Azwar berkali-kali menyatakan bahwa kebijakan memberikan dana talangan itu sudah tepat. Namun, anggota pansus sekaligus Wasekjen DPP PKB Romahurmuziy justru kerap menyatakan berbeda.

Namun, berbeda dengan kondisi di PKB, kedua pihak tersebut sama-sama membawa bendera resmi partai. Spekulasi bahwa sikap PPP seperti berdiri di dua kaki itu adalah strategi untuk bermain aman sulit dihindari. Yaitu, antara kepentingan menjaga konstituen dan komitmen koalisi. ”Kami memang berada di posisi sulit. Sebagai partai koalisi, tekanan dari konstituen agar kritis di Century juga sangat kencang,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaidy. Bisa jadi, jawaban Chozin ini tampaknya juga melanda partai lain.

Sumber : JawaPos.com

Ditulis dalam Nusantara Raya | 2 Komentar »

Gunungan yang Menjadi Rebutan di Halaman Masjid Agung Solo

Posted by Afief pada 28 Februari 2010

 

Grebeg Maulud. ya, adalah merupakan suatu perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad, yang dirayakan dengan cara mengadakan iring-iringan tiga pasang gunungan yang keluar dari keraton Surakarta Diningrat. Iring iringan tersebut diikut para prajurit keraton .

Gunungan tersebut dibawa ke halaman untuk didoai ulamakeraton. Begitu pembacaan doa selesai, massa yang berdesak-desakan sekjak pagi langsung menyerbu lantas memperebutkan isi gulungan tersebut. Dalam sekejap, gunungan tersebut ludes tak bersisa. Mereka meyaakini bahwa gunungan tersebut memberikan berkah

Nah, lantas apanya yang salah dengan dilaksanakannya tradisi ini ?. Tidak ada masalah saya rasa dengan diadakannya tradisi semacam ini. Hanya saja, perayaan semacam ini cenderung mengubah paradigma masyarakat tantang hakikat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Dengan adanya perayaan Grebeg semacam ini, apalagi dengan adanya arak-arakan gunungan yang jika mendapatkan bagian dari gunungan tersebut dipercaya dapat memberikan berkah, dan parahnya lagi, salah seorang teman saya yang kebetulan dari daerah sana mengatakan bahwa ada juga yang menjadikan serpihan gunungan tersebut sebagai jimat. Padahal dalam Islam sendiri diajarkan bahwa mempercayai bahwa suatu benda dapat mendatangkan kekuatan gaib atau keberuntungan tertentu merupakan salah satu perbuatan syirik yang sangat dilarang dalam ajaran Islam itu sendiri. Disini saya tidak menyalahkan pelaksanaan dari perayaan yang semacam ini, dan tentu saja pihak yang menyelenggarakan acara semacamini juga memiliki tujuan baik. Namun, memang beginilah keadaannya, masyarakat justru mempercayainya sebagai pembawa berkah,padahal seluruh ummat Islam tahu bahwa yang memberi berkah hanya Allah SWT.

Dari segi keamanan sendiri, acara semacam ini juga tergolong membahayakan, terutama bagi para wanita, orang tua serta anak-anak. Karena tingginya antusiasme warga dalam memperebutkan gulungan tersebut, tak pelak terjadi desak-desakan antar warga yang saling memperebutkan guningan tersebut,sehingga tak jarang terjadi musibah yakni warga yang terjepit, serta terinjak-injak ketika sedang asyik memperebutkan guningan. Kurangnya antisipasi pihak yang berwenang menjaga keamanan pelaksanaan acara juga menjadi penyebab tragedi ini seperti yang banyak diberitakan di media massa.

Nah, kalau sudah seperti ini, apa tidak lebih baik jika dana yang disediakan untuk acara semacam ini bisa dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti pengadaan beras miskin misalnya. Jadi perayaan Maulid Nabi bisa diisi dengan sesuatu yang lebih bermanfaat, yakni menyantuni kaum dhu’afa seperti yang dianjurkan Rasulullah sendiri kepada ummatnya, dan bukannya mengadakan acara yang menjadi sumber malapetaka dan keributan. . . .

Ditulis dalam Nusantara Raya | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.